Siagian (1994), Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan penetuan secara matang daripada hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian yang telah ditentukan. Soekartawi (2000), Perencanaan adalah pemilihan alternatif atau pengalokasian berbagai sumber daya yang tersedia.
Jenis-Jenis
Perencanaan
Aktivitas perencanaan dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu perencanaan
taktis dan perencanaan strategis. Berikut penjelasan mengenai perencanaan
taktis dan perencanaan strategis (Wiratmo, 1994).
1.
Perencanaan
Strategis
Strategi
merupakan sbagai suatu rencana luas dan umym ang dikembangkan untuk mencapai
tujuan organisasional jangka panjang. Perencanaan strategis merupakan
perencanaan jangka panjang yang dipusatkan pada organisasi secara keseluruhan. Jangka panjang didefinisikan sebagai periode waktu antara 3 tahun sampai 5
tahun. Perencanaan jangka panjang wirausahawan adalah mencoba menentukan apa
yang akan dilakukan oleh organisasi agar berhasil dan kurun waktu 3 tahun
sampai 5 tahun mendatang.
2.
Perencanaan
taktis
Perencanaan
taktis merupakan perencanaan jangka pendek yang menekankan pada operasi
berbagai bagian organisasi yang sedang berjalan. Jangka pendek adalah kurun
waktu ke depan yang berkisar satu tahun atau kurang. Wirausahawan menggunakan
perencanaan taktis untuk menguraikan apa yang harus dilakukan oleh berbagai
bagian dari organisasi untuk mencapai keberhasilan pada jangka waktu satu tahun
atau kurang.
Perencanaan dan Tingkat
Manajemen
Perencanaan merupakan proses menentukan bagaimana organisasi bisa mencapai
tujuannya. Perencanaan merupakan proses menentukan dengan tepat apa yang akan
dilakukan organisasi untuk mencapai tujuannya. Dalam istilah yang resmi,
perencanaan didefinisikan sebagai perkembangan sistematis dari program tindakan
yang ditujukan pada pencapaian tujuan bisnis yang telah disepakati dengan
proses analisa, evaluasi, seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang
diprediksi terlebihi dahulu (Wiratmo, 1994).
Manajemen
puncak dari suatu organisasi
mempunyai tanggung jawab utama untuk melihat apakah perencanaan sudah
dilaksanakan atau belum serta membuat perencanaan jangka panjang. Manajemen tingkat bawah mempunyai
tanggung jawab untuk kegiatan operasinal dari organisasi, mempunyai waktu yang
lebih sedikit dalam proses perencanaan dibandingkan dengan manajemen tingkat
atas, serta membuat perencanaan jangka pendek. Manajemen menengah menggunakan waktu yang lebih banyak
dibanding dengan manajer tingkat bawah, tetapi lebih sedikit dibanding dengan
manajemen tingkat atas dan membuat perencanaan jangka yang agak panjang
(Wiratmo, 1994).
Pendekatan dalam Perencanaan
Tiga pendekatan atau filsafat dasar untuk melaksanakan fungsi perencanaan
adalah pendekatan probabilitas tinggi, pendekatan maksimasi, dan pendekatan
adaptasi. Berikut merupakan penjelasan untuk masing-masing pendekatan (Wiratmo,
1994).
1.
Pendekatan
Probababilitas Tinggi
Pendekatan
probabilitas tinggi perencanaan didasarkan pada filsafat bahwa seharusnya
terdapat probabilitas tinggi bahwa organisasi bisa mencapai keberhasilan.
Perencana menggunakan pendekatan probabilitas tinggi yang ditujukan langsung
untuk menjamin tingkat keberhasilan yang bisan diterima. Keuntungan pendekatan
probabilitas tinggi adalah menghasilkan rencana yang sangan tepat, sehingga perencana
hanya memusatkan pada penemuan cara yang praktis untuk tingkat keberhasilan
yang diinginkan. Kerugian pendekatan probabilitas tinggi adalah tidak mendorong
rencana-rencana yang kreatif.
2.
Pendekatan
Maksimasi
Pendekatan
maksimasi didasarkan pada filsafat bahwa organisasi hendaknya mencapai
keberhasilan sebesar mungkin. Keuntungan pendekatan maksimasi adalah pendekatan
secara kontinu menekankan pada pencapaian keuntungan potensial penuh dari
organisasi dan menggunakan teknik kuantitatif yang canggih untuk mengembangkan
rencana-rencana. Kerugian pendekatan maksimasi adalah pendekatan ini biasanya
memperlakukan komponen organisasi sebagai sepenuhnya bisa dikuantitatifikasi
dan diprediksi, bahkan beberapa aspek organisasi, seperti perilaku manusia,
tidak bisa diramalkan, dan dikuantifikasi.
3.
Pendekatan
Adaptasi
Pendekatan
adaptasi menekankan bahwa perencanaan yang efektif dipusatkan pada usaha
membantu organisasi untuk berubah atau menyesuaikan diri dengan variabel
eksternal atau internal. Perencana yang menggunakan pendekatan ini melihat
perubahan organisasional sebagai tidak bisa dihindari, memusatkan diri pada
antisipasi perubahan masa depan, dan menentukan melalui analisa organisasional
serta memodifikasi organisasi ketika tiba saat untuk berubah. Keuntungan
pendekatan adaptasi adalah pendekatan ini difokuskan pada lingkungan eksternal
dan lingkungan internal dari organisasi untuk memprediksi perubahan
organisasional. Kerugian pendekatan adaptasi adalah penekanan yang kurang pada
tujuan organisasi dibandingkan dengan pendekatan probabilitas tinggi dan
pendekatan adaptasi serta kemungkinan bahwa analisa organisasi dan perubahan
yang dihasilkan lebih merupakan akhir dari perencanaan daripada sebagai alat
mencapai keberhasilan.
Alat-Alat Perencanaan
Alat-alat perencanaan merupakan teknik yang dapat digunakan oleh
wirausahawan untuk membantu mengembangkan rencana-rencana. Berikut merupakan
alat-alat perencanaan (Wiratmo, 1994).
1.
Peramalan (Forecasting)
Peramalan merupakan teknik prediksi terjadnya lingkungan masa depan yang
akan mempengaruhi operasi organisasi. Arti penting dari peramalan terletak pada
kemampuannya untuk membanty wirausahawan mengerti dengan lebih baik perbaikan
masa depan dari lingkungan organisasional yang pada gilirannya membantu
wirausahawan untuk merumuskan rencana-rencana yang lebih efektif.
2.
Metode
Analisa Runtun Waktu (Time Series Analysis
Method)
Metode analisa runtun waktu memprediksi penjualan di masa mendatang dengan
mnganalisa hubungan historis antara waktu dan penjualan. Informasi menunjukkan
hubungan antara waktu dan penjualan biasanya disajikan dalam bentuk grafik.
Penyajian dengan menunjukkan kecenderungan di masa lalu dapat digunakan untuk
meramalkan penjualan di masa yang akan datang.
3.
Penjadwalan
(Scheduling)
Penjadwalan merupakan proses perumusan daftar aktivitas yang mendetail yang
harus dilakukan untuk mencapai tujuan organsasi. Daftar aktivitas tersebut
merupakan bagian integral dari rencana organisasional. Peta gannt dan analisa network merupakan teknik penjadwalan.
- Peta Gannt, peta gannt merupakan peralatan penjadwalan yang dikembangkan oleh Henry L. Gannt. Peta ini pada dasarnya merupakan diagram balok dengan waktu pada sumbu horizontal dan sumber daya yang dijadwalkan berada pada sumbu vertikal.
- PERT (Program Evaluation and Review Technique), PERT merupakan jaringan aktivitas proyek yang menunjukkan estimasi waktu yang diperlukan dalam proyek maupun hubungan berangkai aktivitas-aktivitas yang harus diikuti untuk menyelesaikan proyek.
KESIMPULAN
Aktivitas
perencanaan dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu perencanaan taktis dan
perencanaan strategis. Berikut penjelasan mengenai perencanaan taktis dan
perencanaan strategis. Tiga pendekatan atau filsafat dasar untuk melaksanakan
fungsi perencanaan adalah pendekatan probabilitas tinggi, pendekatan maksimasi,
dan pendekatan adaptasi. Alat-alat perencanaan berupa peramalan, metode analisa
runtun waktu, dan penjadwalan.
DAFTAR PUSTAKA
Wiratmo, Masykur. 1994. Kewirausahaan. Jakarta: Universitas
Gunadarma.
Soekartawi. 2000. Pengantar Agroindustri. Rajagrafindo Pustaka. Jakarta
Sondang P.Siagian.1994. Teori dan Praktek Kepemimpinan .Jakarta:Penerbit Rhineka Cipta.h.192 Terry G.R. Principle Of Management.(New York: Richard.D. Irwin, Inc.1977).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Enter your comment..