Halaman

Kamis, 25 Desember 2014

JEPANG
Add caption

Jepang merupakan negara kepulauan yang terletak di kawasan Asia Timur, tepatnya di sebelah Timur daratan Semenanjung Korea. Secara astronomis, Jepang berada antara 30°LU - 46°LU dan 128°BT - 179°BT. Luas negara ini sekitar 377.837 km² dengan jumlah penduduk mencapai 127.333.000 jiwa. Berdasarkan kedua indikator tersebut, rata-rata kepadatan penduduk Jepang sekitar 323 jiwa/ km². Sebagai negara kepulauan, Jepang memiliki beberapa pulau besar sebagai pulau utama, yaitu Honshu (pulau terluas sekaligus letak ibukota Jepang, Tokyo), Hokkaido, Kyushu, dan Shikoku. Selain itu, terdapat lebih dari 3.000 pulau kecil yang mengelilinginya. Di bidang perekonomian, Jepang banyak memegang peran penting, pendapatan perkapitanya yang tinggi (mencapai 31.410 US dollar) serta kestabilan mata uangnya mengantarkan Jepang sebagai salah satu negara maju di kawasan Asia. Di percaturan dunia, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan mendapat julukan “Macan Asia” karena kemampuan negara - negara tersebut dalam memperkukuh pengaruh perekonomiannya di kawasan Asia.
Berikut ini beberapa bentuk kemajuan Jepang di berbagai bidang : 
Kemajuan Di Bidang Pertanian
Daratan Jepang banyak terdapat gunung dan pegunungan, sehingga topografinya relatif kasar. Kondisi ini menyebabkan Jepang memiliki luas wilayah pertanian yang tidak begitu luas, yaitu hanya ± 16% dari seluruh wilayah daratannya. Akan tetapi, meskipun luas wilayah pertaniannya relatif sempit, Jepang ternyata mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. Hal ini dipengaruhi oleh kesuburan tanah dan kemampuan sumber daya manusia dalam mengolah dan berinovasi di bidang pertanian, terutama dalam pemanfaatan teknologi dalam menciptakan varietas - varietas baru unggulan, pupuk, alat - alat pertanian dan obat - obatan. Hasil - hasil pertanian Jepang antara lain padi, kentang, jagung, sayur - sayuran, teh, jeruk, dan apel.
Kemajuan Di Bidang Perikanan dan Peternakan 
Ikan merupakan bahan makanan kegemaran mayoritas penduduk Jepang. Oleh karena itulah pemenuhan akan konsumsi ikan (terutama ikan laut) di Jepang sangat tinggi. Hal ini didukung oleh adanya pertemuan arus hangat dan arus dingin (Kurosyiwo dan Oyasyiwo) di perairan Jepang yang kaya akan ikan. Hasil - hasil perikanan Jepang meliputi ikan salmon, makarel, tuna, hiu, haring, dan paus. Kesemuanya itu sebagian dikonsumsi langsung dan sebagian lagi diolah sebagai makanan kaleng. Adapun peternakan yang banyak berkembang di Jepang adalah peternakan babi, ayam, dan sapi.
Kemajuan Di Bidang Industri 
Jepang merupakan negara industri besar. Bahkan saat ini Jepang menduduki peringkat kedua setelah Amerika Serikat sebagai negara industri besar di dunia. Produk industri Jepang telah tersebar ke berbagai pelosok dunia. Produk - produk tersebut meliputi produk permainan, barang elektronik, mobil/otomotif, obat - obatan/bahan kimia, tekstil, bahan makanan olahan, semen, kertas dan barang cetakan, kamera, dan alat transportasi. Bahkan, saat ini hasil industri otomotif Jepang merupakan hasil industri otomotif terbesar dunia. Hasil pembangunan negara Jepang di bidang industri ini sangat luar biasa, mengingat Jepang miskin sumber bahan mineral, sehingga sebagian besar bahan baku industri tersebut diimpor dari negara lain, termasuk dari Indonesia.
Kemajuan Di Bidang Sosial
Pemerintahan daerah yang memiliki jangkauan luas dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakatnya dan berbagai inovasi yang dilakukandalam mengatasi berbagai macam hambatan (khususnya hambatan birokrasidan hukum). Sistem pengaturan kelembagaan yang dilakukan denganmengkombinasikan berbagai macam unsur ataupun elemen dari pemerintahanasing yang diwariskan oleh pemerintahan Meiji, yang pada dasarnyamerangsang pemerintahan untuk melakukan berbagai macam inovasi daninisiatif atas penyelenggaraan pemerintahan lokal. Undang-undang pemerintahan daerah memberikan ruang yang cukup luas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, dalam melakukan berbagai fungsi pelayanan publik secara sempit dalam konteks penyelenggaraan pemerintahannasional, dimana kepala daerah hanya memiliki kewenangan untukmengajukan (sekaligus menuntut) draft proposal anggaran kepada anggotaDPRD. Hal ini menjadi menarik manakala kita bisa melihat tindakan yangdilakukan oleh pemerintah daerah dalam konteks relasi penyelenggaraan pemerintahan pusat-daerah, dimana pemerintah daerah memberikan perhatiaannya secara khusus dalam mengatasi berbagai macam permasalahanyang mereka hadapi.Pertama, pemerintah pusat memulai membuka akses terhadap kebijakandiberbagai bidang terhadap pemerintahan daerah (tanpa memperdulikankeraguan terhadap pelanggaran, apa dan bagaimana pelanggaran hinggasanksi terhadap pelanggaran), sehingga efek dari kebijakan ini adalahlahirnya berbagai inovasi yang diambil oleh pemerintah daerah dalammenyelenggarakan pemerintahan daerah sesuai dengan situasi, kondisi dankebutuhan daerah. Kedua, pemerintah daerah melakukan berbagai kerjasama

untuk bernegosiasi dengan pemerintah pusat, dimana mereka memfokuskandiri pada penyelesaian permasalahan lokal secara bersama-sama. Disampingitu inisitaif yang dilakukan pemerintah daerah juga diharapkan mampumerubah struktur kewenangan secara umum, dimana tuntutan masyarakatterhadap pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan mereka terhambatoleh otoritas pemerintah daerah yang diprioritaskan untuk mengajukan draft proposal pencairan dana (wujud pembatasan kewenangan pemerintahandaerah). Ketiga pemerintah daerah menyusun sebuah kebijakan sebagaikesatuan kebijakan dengan pemerintah daerah lainnya yang disusun secara berkesinambungan dan terintegrasi dengan kebijakan pemerintah pusat.Intelektual politik di Jepang pada dasarnya kurang mendapatkan perannyadidalam penyelenggaraan pemerintahan lokal oleh pemerintah daerah. Hal inisebagai efek dari pengkritisan yang mereka lakukan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah, dimana mereka menyatakan bahwatelah terjadi ketidakmandirian pemerintah daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah yang pada dasarnya diberikan kewenangan atas pembangunan didaerah dan memungkinkan pemerintah daerah untukmembuat kebijakan secara otonom (tanpa peranan pemerintah pusat). Padadasarnya hal ini mereka mungkinkan untuk mengoptimalkan peran pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan lokal di daerah.

Kota - Kota Utama Jepang
  1. Tokyo, merupakan ibukota Jepang, sekaligus sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan pendidikan bertaraf internasional.
  2. Osaka, merupakan kota terbesar kedua Jepang, sekaligus sebagai pusat industri tekstil.
  3. Nagoya, merupakan pusat industri pesawat terbang, otomotif, lokomotif, dan industri besar lainnya. Keberadaan kota ini oleh orang Jepang dianggap sebagai “ibukota” Jepang di wilayah tengah.
  4. Kyoto, merupakan ibukota Jepang hingga tahun 1868, kota ini sekarang berkembang sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan.
  5. Ginza, merupakan pusat hiburan, bisnis, dan perdagangan bertaraf internasional.


sumber: 
http://negaraberkembangdanmaju.blogspot.com/2013/02/v-behaviorurldefaultvmlo.html
http://www.academia.edu/8477487/PEMBANGUNAN_NEGARA_JEPANG_SEBAGAI_NEGARA_MAJU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Enter your comment..